SPPT PBB Masa Pajak Tahun 2022 sudah disampaikan kepada Wajib Pajak melalui Bpk Ibu Dukuh selaku Pemungut PBB, apabila ada WP yang belum menerima SPPT mohon untuk menghubungi Dukuh setempat. Bagi WP yang sudah melakukan pembayaran/pelunasan PBB diucapkan banyak terima kasih. Masa pelunasan PBB mendekati jatuh tempo, mohon segera melakukan pembayaran di loket pembayaran (BPD, Agen BPD, BNI dan Kantor Pos). Terima kasih.

Artikel

Film Bumi Manusia

18 Agustus 2019 10:42:04  Administrator  574 Kali Dibaca  Berita Desa

[KBR|Warita Desa] Kalau ditelusuri sejarahnya, novel Bumi Manusia (1980) adalah karya yang "berbahaya".

Penulisnya, Pramoedya Ananta Toer, pernah menjadi tahanan politik rezim Orde Baru selama belasan tahun karena dituduh terlibat gerakan "kiri". Pram pun menulis novel-novelnya dari dalam penjara ketika ia dibuang ke Pulau Buru.

Tak lama setelah terbit, novel Bumi Manusia (1980) dilarang beredar karena dianggap menyebarkan paham komunis, ideologi terlarang.

Novel Pram dituding menggambarkan pertentangan kelas sosial dengan vulgar, hingga dikhawatirkan bisa memantik perpecahan. Novelnya juga berisi kritik keras terhadap feodalisme, yang mengakar kuat di lembaga-lembaga kekuasaan dan kehidupan masyarakat Indonesia.

Kendati demikian, aura "berbahaya" itu nyaris tak tampak dalam film Bumi Manusia (2019) besutan sutradara Hanung Bramantyo.

Malahan, film adaptasinya ini terkesan begitu "membumi", dalam artian terasa hidup, penuh warna-warni, serta dekat dengan hidup keseharian kita.

Bumi Manusia (2019) tayang perdana pada 15 Agustus 2019 di bioskop-bioskop Indonesia. Film ini diberi nyawa oleh aktor-aktris lintas generasi seperti Iqbaal Ramadhan, Mawar de Jongh, Sha Ine Febriyanti, Donny Damara, dan sederet nama lainnya.


Menyajikan Realita Kelam dengan Ramah

Meski mengangkat latar kehidupan tanah Jawa akhir abad ke-18, film Bumi Manusia (2019) menyajikan imaji-imaji yang berwarna cerah dan menyegarkan.

Berbagai realita kelam seperti penjajahan, perbudakan, pelacuran, pelecehan seksual, penindasan atas nama hukum, bahkan pembunuhan, disajikan dengan cukup "ramah" hingga tak menimbulkan syok atau ngeri berlebih pada penonton.

Film Bumi Manusia (2019) apik merangkai sejarah gelap kolonialisme itu dengan kisah cinta yang manis, dan selipan-selipan komedi sederhana yang terasa hangat dan jujur.

Selama tiga jam durasinya, penonton disuguhi susunan adegan dan dialog yang memancing tawa, haru, kesal, bahkan membuat kita bertanya-tanya apa artinya jadi manusia merdeka.

Setelah film selesai, penonton juga bisa membawa pulang banyak kutipan dialog yang indah, sarat makna, namun seringkali problematis. Saya sendiri bawa satu untuk oleh-oleh:

"Mas, kita pernah bahagia. Sudah, ingat itu saja." - Annelies Mellema

Oleh : Adi Ahdiat 
Editor : Agus Lukman

https://m.kbr.id/intermezzo/08-2019/film_bumi_manusia_yang_sangat__membumi_/100213.html

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Wilayah Kalurahan

Aparatur Kalurahan

Sinergi Program

Agenda

Belum ada agenda

Statistik Penduduk

Komentar Terbaru

Info Media Sosial

Lokasi Kantor Kalurahan


Alamat : Dukuh, Bumirejo, Lendah, Kulon Progo, D.I.Yogyakarta.
Kalurahan : BUMIREJO
Kapanewon : LENDAH
Kabupaten : KULON PROGO
Kodepos : 55663
Telepon :
Email : bumirejo.pemdes@gmail.com

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:27
    Kemarin:48
    Total Pengunjung:27.092
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.235.195.196
    Browser:Tidak ditemukan

Arsip Artikel

04 Maret 2019 | 29.178 Kali
Profil Wilayah Desa
04 Maret 2019 | 28.431 Kali
Visi Misi
04 Maret 2019 | 28.376 Kali
Sejarah Desa
04 Maret 2019 | 28.355 Kali
Pemerintah desa
04 Maret 2019 | 28.317 Kali
Profil
04 Maret 2019 | 28.307 Kali
Data Desa
22 September 2019 | 763 Kali
Menjadi Relawan Sejak Muda
19 Agustus 2019 | 436 Kali
Pelatihan Desa Prima
04 Maret 2019 | 28.317 Kali
Profil
10 September 2019 | 381 Kali
Pelayanan Cepat Akta Kematian
04 Maret 2019 | 28.355 Kali
Pemerintah desa
06 September 2019 | 376 Kali
What's Up Indonesia
28 Agustus 2019 | 409 Kali
Kompetisi Penulisan dan Vlog
24 September 2019 | 565 Kali
Bagaimana Kedaulatan Perempuan Atas Tanah Bila RUU Pertanahan Disahkan?

Statistik SID